Tuesday, February 6, 2018

Dalil Of The Day • Nasehat Islam

Dalil Of The Day adalah kumpulan Dalil Al-Quran dan Sunnah pilihan admin Nasehat Islam, semoga bermanfaat.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Harta tidak akan berkurang dengan sedekah, tidaklah Allah menambah pada seorang laki-laki yang memberi maaf kecuali kemuliaan, dan tidaklah seorang hamba bersifat tawadhu` kepada Allah kecuali Allah 'azza wajalla akan mengangkat derajatnya."

(HR. Ahmad)



وَاِنْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ   اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِنْ هُمْ اِلَّا يَخْرُصُوْنَ


Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.


[QS. Al-An'am: Ayat 116]




Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam shalat hingga kedua kaki beliau bengkak, dikatakan pada beliau: Apa Tuan memaksakan ini padahal Allah telah mengampuni dosa yang terlalu dan yang dikemudian. Beliau menyahut: "Apakah aku tidak menjadi hamba yang bersyukur?"

(HR. Muslim)


www.islam-nasehat.tk

Monday, February 5, 2018

Harta Akan Menjadi Saksi Keserakahan Manusia Di Akhirat Kelak

Telah menceritakan kepadaku Ali bin Hujr telah mengabarkan kepada kami Isma'il bin Ibrahim dari Hisyam, saudaranya Dastawa`i dari Yahya bin Abu Katsir dari Hilal bin Abu Maimunah dari Atha` bin Yasar dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata; Suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk di atas mimbar, sedangkan kami duduk di sekeliling beliau. Kemudian beliau bersabda: "Yang aku khawatirkan terhadap kamu semua sepeninggalku kelak, ialah karunia Allah terhadap kalian berupa harta benda perhiasan dunia."

Lalu seorang laki-laki bertanya, "Mungkinkah sesuatu yang baik mendatangkan keburukan, wahai Rasulullah?" Mendengar pertanyaan itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terdiam.

Kemudian dikatakanlah kepada sahabat yang bertanya tadi, "Bagaimana pendapatmu, kamu bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, namun beliau tidak menjawab pertanyaanmu?" Laki-laki itu menjawab, "Aku mengira, mungkin wahyu sedang diturunkan kepada beliau."

Setelah sadar kembali, beliau menghapus keringat beliau, lalu bersabda: "Sesungguhnya penanya ini (adalah penanya yang cerdas) " -beliau mengucapkannya dengan sikap seperti memuji-. Kemudian beliau bersabda: "Sesungguhnya kebaikan itu tidak akan mendatangkan keburukan.

Tetapi apa yang ditumbuhkan di musim hujan, kadang-kadang dapat membunuh atau menyakitkan. Kecuali bagi pemakan sayur-sayuran yang memakan hanya sampai kenyang, kemudian dia menghadap ke matahari, lalu buang air besar atau kecil, sesudah itu barulah ia makan kembali. Sesungguhnya harta benda dunia itu kelihatannya hijau dan manis.

Tetapi sebaik-baik harta seorang muslim, ialah yang disedekahkannya kepada orang miskin atau kepada anak yatim atau ibnu sabil (seorang yang sedang melakukan perjalanan)." Atau seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Siapa yang memperoleh harta dengan tidak halal, maka ia seperti seorang yang makan namun tidak pernah merasa kenyang (puas). Sedangkan harta itu akan menjadi saksi bagi keserakahannya kelak di hari kiamat."

HR. Muslim

Shalahudin Al Ayyubi • Pahlawan Islam Pembebas Yerusalem

Indonesia Menuju Tauhid

.
.
Suatu hari Yusuf bin Najmuddin kecil didapati ayahnya tengah bermain bersama anak-anak tetangga. Sang ayah kemudian mengambil lalu menggendong anaknya seraya menggerutu:
.
“Aku tidak menikahi ibumu, dan ibumu tdk melahirkanmu, cuma untuk bermain bersama anak-anak lain. Aku nikahi ibumu, agar anaknya menjadi pembebas Masjid Al-Aqsa!” .

Sang ayah lalu menurunkan Yusuf dan melihat putranya meringis, seperti menahan tangis. Ia berkata:
.
“Apa kamu tersinggung? Kamu sakit hati?” . Yusuf menjawab lirih, “Iya, ayah”
.
“Lalu kenapa kamu tidak berteriak menangis seperti anak kecil pada biasanya?” .
.
“Seorang pembebas Masjid Al-Aqsa tidak pantas berteriak menangis dan terisak”, ucap Yusuf.

Kelak ialah yang kita kenal dengan nama Sultan Shalahudin al Ayyubi, sang ksatria, panglima pembebas Yerusalem dari kekuasaan zalim Salibis Eropa.

Bangun keluarga bervisi pejuang. Persiapkan anak-anak kita menjadi generasi pembebas Al Aqsha untuk yang ketiga kalinya. Allahu Akbar!

Sunday, February 4, 2018

Antara Politik Dan Islam • Indonesia Menuju Tauhid

Politik Bagian Integral dari Islam

Banyak yg beranggapan bahwa politik identik dgn kedustaan, tipu daya, dan penyesatan para politisi maupun penguasa kepada rakyatnya. Berkebalikan dgn agama yg suci, sakral, tinggi, jauh dari intrik dan kekotoran. Anggapan ini menginginkan politik dijauhkan sejauh-jauhnya dari agama.

Anggapan ini tidak lepas dari realita yg terjadi dalam sistem yg rusak di alam demokrasi sekaligus propaganda penganut paham sekuler.

Sayangnya, pemahaman sesat tersebut telah tertanam dalam benak kebanyakakan kaum muslimin. Sehingga tidak sedikit dari kaum muslimin yg memahami bahwa agama (Islam) tidak boleh mencampuri urusan politik. Padahal pada kenyataannya politik merupakan salah satu bagian penting dan tak terpisahkan dari Islam.

Politik dalam bahasa Arab dikenal dgn istilah “siyasah”. Dalam buku-buku para ulama dikenal juga istilah “siyasah syar’iyyah”

Menurut kamus Al-Muhith, siyasah berasal dari akar kata “sâsa – yasûsu”, pada kalimat “Sasa addawaba yasusuha siyasatan” berarti “Qama ‘alaiha wa radlaha wa adabbaha” (mengurusinya, melatihnya, dan mendidiknya)

Politik memiliki makna yg mulia ketika dikembalikan pada aturan-aturan Islam. Karena, seorang muslim yg berkecimpung dalam politik berarti muslim tersebut harus mengatur, memperbaiki dan mengurusi urusan masyarakat dgn hukum-hukum Islam, dan memberi petunjuk Islam kepada masyarakat.

Secara i’tiqadiy, kaum muslimin meyakini bahwa Islam telah diturunkan secara sempurna serta mencakup berbagai hal dalam persoalan pengaturan sistem kehidupan. Mulai dari urusan akidah, ibadah, akhlak, pakaian, sistem ekonomi, sistem sosial, sistem sanksi, sistem pemerintahan dan lain sebagainya.

Demikianlah, Allah SWT telah menyediakan berbagai aturan untuk mengurusi seluruh urusan manusia. Sehingga politik Islam adalah politik untuk mewujudkan penerapan seluruh hukum Islam dalam realitas kehidupan.

Bila demikian keadaannya, bagaimana mungkin politik dapat dipisahkan dari Islam?
.

Jadi Masih Mau Bilang Jauhkan Islam dari Politik.?
.

Mari pahami Agama Islam Secara Utuh...
.

Salam Perjuangan
Tulisan @ridwantaufikk

Mengenal A Hassan, Salah satu Sosok Pejuang Islam


Mengenal A Hassan, Salah satu Sosok Pejuang Islam

• Indonesia Menuju Tauhid

.
.
Walaupun bukan pendiri Persatuan islam (Persis), namun A Hassan sosok yang paling berpengaruh dan merupakan guru central bagi persatuan islam. karya-karya nya menjadi rujukan bagi generasi penerus persis sampai saat ini, terutama buku “ Soal Jawab “, Tafsir Qur’an “ Al-Furqon “, dan tentang Tauhid – yang masih di pelajari sebagian santri pesantren persatuan islam.

Menurut berbagai buku sejarah, A. Hasan adalah sosok ulama yang aktif dalam mengkaji Islam dan aktif pula dalam berdakwah. Ia sangat menaruh perhatian terhadap para pemuda Islam yang sedang bersekolah di sekolah-sekolah milik pemerintah kolonial Belanda yang sangat kurang memberikan pelajaran agama Islam.

Diantara murid-murid sekolah menengah yang sering ke rumah A. Hassan untuk bertanya dan membahas soal-soal agama Islam adalah singa podium, yang juga tokoh Masyumi & Persatuan Islam, Moehammad Natsir.

Allahu Yarham A. Hassan, lahul Faatihah.

Geger Pro LGBT Di Aceh • Indonesia Menuju Tauhid

.
.

Juru Bicara Suara Rakyat Aceh (SURA), Murdani Abdullah, mengecam statemen aktivis pro-LGBT tersebut. Murdani menilai apa yang disampaikan Hartoyo ini terlalu tendensius. Menurut Murdani, Hartoyo juga seringkali menjelek-jelekkan penerapan syariat Islam di Aceh.
.
"Hartoyo jangan macam-macam. Kita menyayangkan sikap Hartoyo yang memberi stigma negatif terhadap Islam. Ini bukan kasus yang pertama," kata Murdani, Minggu malam.

Murdani mengatakan SURA sangat mendukung langkah-langkah yang diambil pihak kepolisian Aceh Utara dengan menertibkan salon waria di wilayah tersebut. Lagipula, kata dia, berdasarkan pengakuan warga di lingkungan sekitar seperti yang dirilis media, para pekerja di salon ini kerap menggoda remaja pria dengan memberikan pelayanan gratis.
.
"SURA mendukung langkah-langkah yang diambil kepolisian, yang menindaktegas prilaku LGBT di Aceh, dan mendukung pemberantasan LGBT dari Aceh selamanya. Upaya ini sebagai penegakan hukum Allah dan syariat Islam di bumi Aceh," kata Murdani.

Dia juga meminta semua pihak mau menghargai aturan syariat Islam di Aceh, khususnya para pelaku LGBT. Murdani menyebutkan lebih baik pelaku LGBT hijrah dari Aceh jika tidak bisa menghormati aturan hukum yang berlaku di daerah ini.
.
"Bagi kami hukum Allah dan syariat Islam itu di atas hukum buatan manusia. Kalau tetap mau menyalurkan hasrat LGBT-nya dan tidak mau mengikuti aturan yang telah ditetapkan Allah dalam Alquran dan hadist, sebaiknya mereka angkat kaki dari Aceh," kata Murdani lagi.

Murdani juga mengingatkan Hartoyo agar lebih hati-hati dalam mengemukakan pendapatnya tentang Aceh.
.
"Kita mengetahui siapa itu Hartoyo dan mengapa dia begitu benci terhadap syariat Islam dan Aceh. Jangan sampai persoalan pribadi yang pernah dialaminya di Aceh, membuat Hartoyo begitu benci terhadap daerah ini dan syariat Islam"
.
"Jangan lihat syariat Islam di Aceh itu dari sisi negatifnya saja, tetapi lihat juga Aceh dari segi positifnya. Untuk kasus terakhir ini, SURA memberi dukungan penuh terhadap Kapolresta Aceh Utara Untung Sangaji dan jajarannya yang telah menertibkan LGBT di Aceh Utara," katanya.[]

Mempertanggungjawabkan Tetes Darah Rasulullah

.
Indonesia Menuju Tauhid


MEMPERTANGGUNG JAWABKAN TETES DARAH RASULULLAH
.
© doni Riw
.
Tubuh luka itu terbaring lemah di sudut kebun kurma. Darah segar masih menetes.

Semua itu dilakukan demi kelanjutan dakwah dan kehidupan Islam.

Pengikutnya memang semakin bertambah. Pengaruhnya semakin meluas.

Namun demikianlah sunatullah. Semakin tinggi pohon semakin kuat angin menerpa.

Sudah saatnya bagi Allah untuk mengambil istri dan paman yang selama ini menjadi penyangga.

Sudah saatnya patron itu dikonversi dari figuritas manusia menjadi figur sistem; negara.

Demi itulah, Beliau SAW rela berdarah-darah dilempari batu warga jahil Tha'if.

Ya. Beliau SAW menawarkan pada bani Tsaqif untuk menerima Islam sebagai jalan hidup dan dirinya sebagai pemimpin.

Tetapi bani Tsaqif telah menyiakan kesempatan emas itu. Bahkan justru mengubahnya menjadi perbuatan laknat.

Namun itu hanya ujian sementara.

Kemenangan sejati telah menanti di muka.

Ya. Bai'at suku Aus & Khazraj telah membuka pintu sejarah gemilang; kekuasaan politik, sosial, dan budaya yang membentang dari spanyol hingga indonesia.

Kegemilangan yang dibangun di atas keringat dan darahnya, darah para sahabat, juga seluruh generasi penerusnya.

Sayang,
hari ini semua kegemilangan itu tersungkur di bawah kaki para pagan penyembah hak asasi manusia.

Tanah-tanah mereka digusur, nama wilayah mereka dicoret dari peta dunia.

Jiwa-jiwa mereka begitu murah tanpa harga. Satu orang eropa mati jadi berita, seribu muslim mati jadi data.

Sebagian ulama menggadaikan aqidahnya demi secuil harta dunia.

Syari'at Islam dinisbah radikal. Pluralisme dikata tawasut.

Bermesra dengan penista agama, keji dengan saudara dalam taqwa.

Pemimpin zalim penghalang dakwah dipanggil Khalifah, pejuang Khilafah disebut perusak bhineka.

Khilafah warisan Rasulullah ditukar ashobiyah bangsa.

Lantas,
Bagaimana kita akan mempertanggungjawabkan tetes darah beliau di sudut kebun kurma?

Apakah kita akan meniru bani Tsaqif menghalangi tegaknya konstitusi syariah?

Atau akan mengikuti kaum anshor pembuka jalan Khilafah ke dua?